Manajemen Operasi Berbasis Ekosistem: Refleksi Akademisi, Praktisi & Legislator
Erwin Dariyanto - detikEdu
Senin, 05 Jan 2026 20:30 WIB
Jakarta - Ekonom senior Dradjad Hari Wibowo menuliskan pengalamannya di bidang Manajemen Operasi dalam sebuah buku berjudul, Manajemen Operasi Berbasis Ekosistem: Konsep dan Aplikasi bagi Bisnis dan Pembangunan. Buku ini sebenarnya disiapkan untuk mata ajar mata kuliah Manajemen Operasional, program studi S-1 Ekonomi Syariah, Fakultas Ekonomi & Bisnis, Perbanas Institute.
Namun buku ini juga pas dan cocok untuk pegangan bagi para praktisi, akademisi, pimpinan perusahaan, pelaku bisnis dan juga jurnalis. Sebab pada dasarnya setiap kita, apa pun profesinya akan berhubungan dengan pengelolaan fungsi operasi.
Mulai dari tukang bengkel motor, jurnalis, pembuat konten hingga penasihat hukum sampai chief executive officer (CEO) sebuah perusahaan pasti melakukan manajemen operasi. Baik yang dilakukan secara sendiri atau pun dibantu oleh asisten atau sekretaris.
Buku ini dibagikan secara gratis. Cukup bermodal kuota atau WiFi untuk koneksi internet masyarakat sudah bisa membaca buku secara online dengan cuma-cuma. Meski berlatar belakang ekonom yang juga praktisi dan akademisi, Dradjad menulis buku ini dengan gaya bahasa bertutur yang mudah dipahami.
Hasil riset dan data yang kuat dalam buku ini dipaparkan dengan bahasa ringan, sehingga pembaca bisa dengan mudah menangkap maksud dan tujuannya. Ditambah dalam buku ini Dradjad menuliskan hampir semua pengalamannya di banyak perusahaan, lembaga pemerintahan, DPR hingga organisasi internasional.
Bagi pelajar dan mahasiswa, buku ini menyajikan bahan yang komplit. Sejarah munculnya manajemen operasi diuraikan secara runut. Menurut Dradjad, fungsi dan manajemen operasi sebagai sebuah bagian dari sains baru dikenal di pertengahan abad ke-20. Namun sejatinya keduanya sudah dikenal dan dijalankan sejak awal peradaban.
Sejalan dengan perkembangan peradaban, fungsi operasi dan manajemennya turut beradaptasi, berevolusi, dan berkembang.
"Untuk melihat perkembangan tersebut dalam konteks tantangan global terkini, buku ini mengadopsi konsep visioner pemerintah Jepang, yaitu Society 5.0 (S5.0)," tulis Dradjad yang juga menjabat Lektor Kepala di Perbanas Institute ini sebagaimana dikutip Senin (5/1/2026).
Apa Kaitan Manajemen Operasi dengan Ekosistem?
Menjawab pertanyaan tersebut, Dradjad mengajak pembaca melihat pengalaman hilirisasi hasil hutan Indonesia, khususnya pengalaman industri kayu lapis dan pulp and papers. Industri kayu lapis Indonesia adalah contoh keberhasilan dan sekaligus kegagalan operasi bisnis dan pembangunan yang sangat dipengaruhi ekosistem.
Di Bab II buku ini yang membahas tentang, Pendekatan Ekosistem Bagi Strategi Operasi, Dradjad menguaraikan tentang pentingnya pengaruh ekosistem dalam arti luas terhadap eksistensi industri kayu lapis dan pulp and papers. Resiliensi dan kebangkitan dari industry pulp and papers merupakan output dari sebuah perubahan yang revolusioner dalam sebuah manajemen operasi.
Dalam sebuah proses penciptaan nilai tambah organisasi, manajemen operasi memainkan peran sentral. Fungsi operasi tidak bekerja sendirian, melainkan melibatkan kegiatan-kegiatan yang saling berinteraksi.
Namun perkembangan teknologi membuat semua lapisan ekosistem berubah pesat dan dinamis, sehingga sebuah organisasi harus menghadapi peningkatan ketidakpastian yang signifikan. Ketidakpastian itu bisa datang dari sumber internal, semi-eksternal mau pun eksternal.
Menghadapai fenomena tersebut, sebuah organisasi harus mampu membuat prediksi atau peramalan (forecasting) sebagai proses kunci dalam membuat keputusan. Melalui prediksi yang tepat serta akurat, sebuah keputusan dapat diambil lebih efisien, efektif dan antisipatif terhadap risiko dan keberlanjutan.
Di dalam Bab III buku ini, Dradjad menjelaskan pentingnya sebuah prediksi atau peramalam (forecasting) dalam sebuah organisasi. Mulai dari teori pentingnya prediksi, hingga cara membuat prediski menggunakan metode kualitatif mau pun kuantitatif.
Di Bab-bab berikutnya dijelaskan tentang manajemen proyek, desain barang dan jasa, pengelolaan kualitas, desain proses, strategi lokasi, hingga manajemen rantai pasokan. Total buku terdiri dari 15 bab dengan tebal 442 halaman.
Judul buku : Manajemen Operasi Berbasis Ekosistem: Konsep dan Aplikasi bagi Bisnis dan Pembangunan
Penulis : Dradjad Hari Wibowo
Penerbit : IPB Press
Tebal : 442 Halaman
- Hits: 12
Dradjad Wibowo: Harusnya PPATK Koordinasi sama BIN dan Polri, Jangan Sembarangan Blokir Rekening
Penulis: Dennis Destryawan
Senin, 4 Agustus 2025 11:05 WIBTRIBUNNEWS.COM, JAKARTA -- Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK) seharusnya melibatkan Badan Intelijen Negara (BIN) dan Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) dalam pemblokiran rekening tidak aktif atau dormant.
Ekonom senior Institute for Development of Economics and Finance (Indef), Dradjad Wibowo mengatakan, pemblokiran oleh PPATK dilakukan dengan cara yang salah karena menggunakan pendekatan gebyah uyah atau pukul rata.
Dradjad juga merupakan pengajar keuangan internasional, dan menduduki kursi komisaris BNI."Dan tanpa koordinasi dengan instansi yang relevan. Contohnya, jika PPATK kerjasama dengan BIN atau Polri," ujar Dradjad saat dikonfirmasi wartawan, Senin (4/8/2025).
Menurut Dradjad, jika PPATK bekerja sama dengan BIN dan Polri maka pemblokiran akan dijalankan dengan sangat selektif. Bukan melakukan pemblokiran rekening masyarakat yang tidak mempunyai persoalan hukum.
"Sehingga kebijakannya bisa dijalankan dengan selektif. Rekening yang diblokir adalah yang memang red flag. Tidak hantam kromo (secara sembarangan, -red)," tutur Dradjad.
Seperti diketahui, PPATK membuat aturan yang memicu kegaduhan.
PPATK memblokir rekening bank yang tidak aktif atau dormant selama tiga bulan. Rekening dormant adalah rekening yang tidak aktif untuk jangka waktu tertentu.
“Untuk melindungi masyarakat dan sistem keuangan, PPATK menghentikan sementara transaksi pada sejumlah rekening dormant,” tulis PPATK melalui unggahan di akun Instagram @ppatk_indonesia, Rabu (23/7/2025).Kebijakan ini, menurut PPATK, sesuai dengan ketentuan dalam Undang-Undang Nomor 8 Tahun 2010 tentang Pencegahan dan Pemberantasan Tindak Pidana Pencucian Uang. Langkah tersebut diklaim sebagai bagian dari upaya menjaga keandalan dan keamanan sistem keuangan nasional.
PPATK juga menjelaskan bahwa status dormant diberikan pada rekening yang tidak menunjukkan aktivitas transaksi dalam periode tertentu sesuai kebijakan masing-masing bank, biasanya antara 3 hingga 12 bulan.
Rekening yang dimaksud meliputi rekening tabungan (perorangan maupun perusahaan), giro, serta rekening dalam mata uang rupiah atau asing.
Lembaga ini turut mengimbau pemilik rekening yang terdampak pemblokiran untuk mengajukan permintaan reaktivasi. Setelah dilakukan evaluasi, rekening tersebut dapat diaktifkan kembali agar dapat digunakan untuk keperluan transaksi keuangan.
- Hits: 246
Dradjad Wibowo: Pemblokiran Pendekatannya Gebyah Uyah
Seharusnya pemblokiran rekening dormant dikerjasamakan dengan polisi.
Senin 04 Aug 2025 09:17 WIB
Red: Joko Sadewo – Republika
REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Ekonom senior INDEF, Dradjad Wibowo, menilai, pemblokiran rekening tidak aktif atau dormant oleh Pusat Pelaporan dan Analisis Transaksi Keuangan (PPATK), sebenarnya merupakan niat baik namun dilakukan dengan cara yang salah.
“Niatnya baik tapi dijalankan dengan cara yang salah karena pakai pendekatan gebyah uyah (pukul rata, Red), dan tanpa koordinasi dengan instansi yang relevan,” kata Dradjad, ketika dimintai tanggapan terhadap pemblokiran rekening dormant, Senin (4/8/2025).
Jika pemblokiran ini dikejasamakan PPATK dengan Badan Intelijen Negera (BIN) atau Polri, Dradjad percaya kebijakan ini bisa dijalankan dengan selektif. “ Rekening yang diblokir adalah yang memang red flag. Tidak hantam kromo,” ungkapnya.
Sebelumnya pemblokiran rekening banyak menuai protes dari masyarakat. Mereka merasa pemblokiran dilakukan tanpa pemberitahuan. Selain itu masyarakat kelas bawah juga khawatir karena rekening yang diblokir tersebut ada di antaranya yang merupakan rekening untuk menerima bantuan sosial hingga menyimpan dana pendidikan anak.
Kepala PPATK Ivan Yustiavandana pun sampai harus menghadap ke Istana pada 30 Juli lalu. Koordinator Humas PPATK, M. Natsir Kongah menjelaskan pertemuan itu memastikan dukungan Prabowo terhadap perlindungan rekening warga Indonesia. Prabowo sepakat bahwa rekening warga harus dijaga dari aksi kriminal.
PPATK memastikan upaya penghentian sementara terhadap rekening dormant masih berjalan. PPATK mensinyalkan pertemuan dengan Prabowo tak berarti langkah itu mesti disetop. "Masih terus berproses. Istilahnya bukan blokir tapi penghentian sementara. Jadi masih terus berlanjut," ujar Natsir.
https://news.republika.co.id/berita/t0g6cm318/dradjad-wibowo-pemblokiran-pendekatannya-gebyah-uyah
- Hits: 319
Politisi Djadjad Wibowo Jadi Komisaris Utama PNM
CNN Indonesia
Senin, 14 Jul 2025 07:50 WIB
Jakarta, CNN Indonesia -- PT Permodalan Nasional Madani (PNM) mengumumkan pengangkatan Dradjad Hari Wibowo sebagai komisaris utama perusahaan.
Politisi Partai Amanat Nasional (PAN) itu menduduki kursi yang sebelumnya ditempati Arif Rahman Hakim.
Berdasarkan Keterbukaan Informasi Bursa Efek Indonesia (BEI), hal itu sesuai Keputusan Menteri (Kepmen) Badan Usaha Milik Negara (BUMN) dan Direktur Utama Perusahaan Perseroan PT Bank Rakyat Indonesia Tbk (BRI) pada 4 Juli 2025 lalu.
Perombakan juga terjadi pada sejumlah posisi dewan komisaris. Tercatat, pemegang saham menunjuk Politisi Gerindra Ardhya Pratiwi Setiowati sebagai komisaris baru.
Kemudian, perusahaan juga mengumumkan pengangkatan Anas Puji Istanto sebagai komisaris. Anas saat ini menjabat sebagai Plt. Asisten Deputi Bidang Peraturan Perundang-undangan Kementerian BUMN.
Selanjutnya, perusahaan juga merombak dewan direksi dengan mengumumkan dua posisi baru. Pertama, Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko yang dijabat oleh Sahat Pangabahan Pangaribuan.
Kedua, Direktur Human Capital dan Kepatuhan yang posisinya ditempati oleh Henry Yunus Pangemanan.
Berikut jajaran Dewan Komisaris dan Direksi PNM terbaru:
Komisaris
Komisaris Utama merangkat Komisaris Independen: Dradjad Hari Wibowo
Komisaris: Iwan Taufiq Purwanto
Komisaris: Anas Puji Istanto
Komisaris: Ardhya Pratiwi Setiowati
Komisaris Independen: Veronica Colondam
Komisaris Independen: Nurhaida
Direksi
Direkur Utama: Arie Mulyadi
Direktur Bisnis: Kindaris
Direktur Operasional: Sunar Basuki
Direktur Digital dan Teknologi Informasi: Yusron Avivi
Direktur Keuangan dan Manajemen Risiko: Sahat Pangabahan Pangaribuan
Direktur Human Capital dan Kepatuhan: Henry Yunus Pangemanan.
- Hits: 373
More Articles …
Page 1 of 49
