TKN: Jokowi Punya Peran Penting untuk Mensinkronisasikan RAPBN dengan Program Prabowo-Gibran

Senin, 26 Februari 2024 | 17:06 WIB

Penulis: Yustinus Patris Paat | Editor: DIN

Jakarta, Beritasatu.com - Presiden Joko Widodo (Jokowi) disebut memiliki peran yang signifikan dalam penyusunan kabinet pasangan capres-cawapres nomor urut 2 Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka. Selain itu, peran Jokowi sangat penting untuk mensinkronisasikan RAPBN pada periode mendatang dengan program Prabowo-Gibran.

Menurut Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo-Gibran, Drajad Wibowo, terdapat empat alasan mendasar Presiden Jokowi ikut ambil bagian dari penyusunan kabinet Prabowo-Gibran.

"Alasan pertama adalah visi-misi Prabowo-Gibran, kalau kita lihat ada piramidanya, ada delapan astacita, delapan program terbaik cepat, 17 program prioritas, itu dibangun, salah satunya adalah atas fondasi kebijakan dan pencapaian yang diperoleh Presiden Jokowi dan tentunya oleh pemerintahan sebelumnya, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Bu Mega (Megawati Soekarnoputri) dan seterusnya," ujar Drajad Wibowo dalam rekaman video kepada Beritasatu.com, Senin (26/2/2024).

Alasan kedua, kata Drajad, Prabowo-Gibran merupakan pasangan capres-cawapres yang sudah berkomitmen melanjutkan, menyempurnakan dan memperluas kebijakan dan program-program Presiden Jokowi. Bahkan, Prabowo kerap kali mengatakan bahwa dirinya bersama Gibran merupakan tim Jokowi.

"Selama kampanye, Prabowo-Gibran selalu menyampaikan kami ini melanjutkan, menyempurnakan, dan memperluas kebijakan presiden Jokowi. Mulai dari masalah IKN, kemudian juga hilirisasi, pembangunan infrastruktur dan, termasuk juga bansos, bantuan sosial. Jadi, karena kita melanjutkan, menyempurnakan dan memperluas, maka tentu Presiden Jokowi akan mempunyai peranan signifikan di situ," jelas Drajad.

Alasan ketiga, lanjut Drajad, Presiden Jokowi saat ini memiliki approval rating atau tingkat kepuasan atas kinerjanya sangat tinggi. Hal tersebut, kata dia, membuat Jokowi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perpolitikan Indonesia.

"Approval rating presiden Jokowi tinggi sekali, itu saya rasa semua ahli polling, semua ahli politik mengakui bahwa popularitas beliau sangat tinggi dan juga sangat besar pengaruhnya terhadap kemenangan Prabowo-Gibran yang mungkin nanti secara official akan diumumkan KPU," ungkap dia.

Terakhir, kata Drajad, penyusunan rancangan APBN mendatang masih di bawah kewenangan pemerintahan Presiden Jokowi. Karena itu, kata dia, peran Jokowi sangat penting untuk mensinkronisasikan RAPBN pada periode mendatang dengan program Prabowo-Gibran.

"Selama masa transisi ini, kewenangannya penyusunan RAPBN secara tata negara masih dipegang pemerintahan Presiden Jokowi. Jadi, tentu di situ keterlibatan beliau akan signifikan. Saya rasa itu alasannya, bukan alasan permainan politik atau alasan lain-lain yang selama ini dituduhkan atau diklaim, bahkan difitnahkan, enggak, tapi lebih ke arah alasan kelanjutan pembangunan dan alasan untuk stabilitas politik dan kelanjutan pembangunan kita," pungkas Drajad.

https://www.beritasatu.com/bersatu-kawal-pemilu/2801850/tkn-jokowi-punya-peran-penting-untuk-mensinkronisasikan-rapbn-dengan-program-prabowo-gibran

  • Hits: 249

Empat Alasan Ini Membuat Jokowi Berperan Penting dalam Penyusunan Kabinet Prabowo-Gibran

Penulis : Yustinus Patris Paat

 26 Feb 2024 | 17:15 WIB

JAKARTA, investor.id – Presiden Joko Widodo (Jokowi) akan berperan penting dalam penyusunan kabinet pasangan Prabowo-Gibran mendatang. Hal ini terkait erat dengan program yang dijalankan Pemerintahan Jokowi saat ini agar berkesinambungan dengan pemerintahan selanjutnya.

Menurut Drajad Wibowo, Anggota Dewan Pakar TKN Prabowo- Gibran, ada empat alasan mendasar Presiden Jokowi ikut ambil bagian dari penyusunan kabinet Prabowo-Gibran.

Alasan pertama, visi-misi Prabowo-Gibran. Menurut Drajad, dari piramida yang disebut Astacita, ada 8 program terbaik cepat, dan 17 program prioritas.

“Itu dibangun, salah satunya atas fondasi kebijakan dan pencapaian yang diperoleh oleh Presiden Jokowi, dan pemerintahan sebelumnya, Pak SBY (Susilo Bambang Yudhoyono), Bu Mega (Megawati Soekarnoputri), dan seterusnya,” kata Drajad dalam rekaman video kepada BTV, Senin (26/2/24).

Alasan kedua, Prabowo-Gibran merupakan pasangan capres-cawapres yang sudah berkomitmen melanjutkan, menyempurnakan dan memperluas kebijakan dan program-program Presiden Jokowi. Bahkan, Prabowo kerap kali mengatakan bahwa dirinya bersama Gibran merupakan tim Jokowi.

Prabowo-Gibran selalu menyampaikan dalam kampanyenya, akan melanjutkan, menyempurnakan, dan memperluas kebijakan Presiden Jokowi. Mulai dari masalah IKN, kemudian juga hilirisasi, pembangunan infrastruktur, termasuk juga bantuan sosial.

“Jadi, karena kita melanjutkan, menyempurnakan dan memperluas, maka tentu Presiden Jokowi akan mempunyai peranan signifikan di situ," jelas Drajad.

Alasan ketiga, lanjut Drajad, Presiden Jokowi saat ini memiliki approval rating atau tingkat kepuasan atas kinerjanya sangat tinggi. Hal tersebut, kata dia, membuat Jokowi memiliki pengaruh yang cukup besar dalam perpolitikan Indonesia.

"Approval rating Presiden Jokowi tinggi sekali, itu saya rasa semua ahli polling, semua ahli politik mengakui bahwa popularitas beliau sangat tinggi dan juga sangat besar pengaruhnya terhadap kemenangan Prabowo-Gibran yang mungkin nanti secara official akan diumumkan KPU," ungkap dia.

Terakhir, kata Drajad, penyusunan RAPBN mendatang masih di bawah kewenangan pemerintahan Presiden Jokowi. Karena itu, peran Jokowi sangat penting untuk mensinkronisasikan RAPBN pada periode mendatang dengan program Prabowo-Gibran.

"Saya rasa itu alasannya, bukan alasan permainan politik atau alasan lain-lain yang selama ini dituduhkan atau diklaim, bahkan difitnahkan, enggak, tapi lebih ke arah alasan kelanjutan pembangunan dan alasan untuk stabilitas politik dan kelanjutan pembangunan kita," pungkas Drajad.

Editor: Maswin (This email address is being protected from spambots. You need JavaScript enabled to view it. )

https://investor.id/national/354866/empat-alasan-ini-membuat-jokowi-berperan-penting-dalam-penyusunan-kabinet-prabowogibran

 

  • Hits: 223

Narasi Bansos Sebabkan Harga Beras Naik Tak Benar, Ini Ekonom Dradjad Wibowo

Senin, 26 Februari 2024 10:27 WIB

Penulis: Reynas Abdila

Editor: Hendra Gunawan

TRIBUNNEWS.COM, JAKARTA - Ekonom Indef Dradjad Wibowo merasa perlu memberikan penjelaskan menyoal narasi harga beras naik karena penyaluran bantuan sosial (bansos).

Menurutnya, narasi ini salah dan menyesatkan.

“Salah, karena bertentangan dengan teori baku,” ucap Dradjad, Senin (26/2/2024).

“Jika bansos membuat harga beras naik, berarti bansos menggeser kurva permintaan ke kanan,” sambungnya.

Anggota Dewan Pakar TKN menyampaikan fatanya bahwa rakyat penerima bansos selama ini mengonsumsi beras dalam jumlah tertentu.

Bedanya, tanpa bansos, mereka membeli beras dari kantong sendiri.

Dengan bansos, uangnya utuh atau dibelanjakan barang dan jasa lain.

Kuantitas berasnya relatif tidak berubah banyak.

“Jadi yg bergeser akibat bansos adalah pendapatan disposable rakyat, bukan kurva permintaan beras,” urainya.

Jika permintaan beras tidak bergeser, cateris paribus, harga tidak berubah.

Dradjad menegaskan narasi itu bertentangan dengan teori.

Menyesatkan karena narasi itu tidak berbasis data.

Faktanya, harga beras dunia memang sedang naik tinggi.

https://www.tribunnews.com/bisnis/2024/02/26/narasi-bansos-sebabkan-harga-beras-naik-tak-benar-ini-ekonom-dradjad-wibowo

  • Hits: 215

Benarkah Harga Beras Mahal karena Ada Bansos?

Kompas.com - 26/02/2024, 20:35 WIB

Editor Palupi Annisa Auliani

SALAH satu narasi yang mencuat di tengah kenaikan harga beras saat ini adalah mengaitkannya dengan jor-joran bantuan sosial (bansos) dari pemerintah.

Pertanyaannya, apakah betul bansos membuat angka konsumsi melonjak dan karenanya menaikkan harga sesuai hukum ekonomi?

Lalu, faktor apa saja sebenarnya yang membuat harga beras pada hari-hari ini melejit?

"Narasi yang mengatakan harga beras naik karena ada bansos itu salah dan menyesatkan," ujar ekonom dari Sustainable Development Indonesia (SDI), Dradjad Hari Wibowo, lewat layanan pesan singkat, Senin (26/2/2024). 

Menurut Dradjad, narasi tersebut salah karena bertentangan dengan teori baku ekonomi tentang hukum pasokan dan permintaan yang mempengaruhi harga. Baca juga: Tom Lembong Tuding Bansos Jokowi Menguras 1,3 Juta Ton Beras Bulog, Sebabkan Lonjakan Harga

Jika bansos memang menjadi penyebab harga beras naik, artinya bansos menggeser kurva permintaan bergeser ke kanan alias menambah permintaan.

"Faktanya, rakyat penerima bansos selama ini mengonsumsi beras dalam jumlah tertentu saja. Tidak lalu bertambah konsumsinya karena ada bansos," ujar Dradjad.

Bedanya, ungkap Dradjad, beras harus dibeli pakai uang sendiri ketika tidak ada bansos. Sebaliknya, saat ada bansos, uang milik sendiri tidak terpakai untuk membeli beras lagi tetapi bisa dipakai untuk membeli barang atau jasa lain.

"Kuantitas berasnya relatif tidak berubah banyak (dengan ada atau tidak ada bansos)," kata Dradjad.

Yang berubah karena keberadaan bansos, tegas Ketua Dewan Pakar Partai Amanat Nasional (PAN) ini, adalah pendapatan disposable—pendapatan yang siap dibelanjakan—masyarakat.

"Ketika permintaan beras tidak bergeser, cateris paribus, harga tidak berubah," kata Dradjad.

Narasi yang mengaitkan kenaikan harga beras dan bansos juga menyesatkan menurut Dradjad karena tidak berbasis data.  "Faktanya, harga beras dunia memang sedang naik tinggi," sebut Dradjad.

Data global beras

Dradjad menyodorkan sejumlah data dari aneka lembaga dunia. Dari Organisasi Pangan dan Pertanian PBB (FAO), salah satunya.

FAO punya data yang dinamai FAO All Rice Price Index (FARPI). Ini adalah indeks harga beras FAO.

https://money.kompas.com/read/2024/02/26/203534926/benarkah-harga-beras-mahal-karena-ada-bansos

 

  • Hits: 260

TKN Dekati Layer Kedua Kubu Ganjar-Mahfud dan Anies-Cak Imin Sebelum ke Ketum Parpol

Kompas.com, 26 Februari 2024, 15:47 WIB

Penulis:  Tatang Guritno | Editor:  Dani Prabowo

JAKARTA, KOMPAS.com - Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo-Gibran, Dradjad Wibowo mengatakan langkah serius pendekatan ke partai politik (parpol) di kubu calon presiden (capres) nomor urut 1 Anies Baswedan dan capres nomor urut 3 Ganjar Pranowo baru bisa dilakukan setelah penghitungan Pemilihan Legislatif (Pileg) 2024 selesai.

Pasalnya, saat ini parpol masih menunggu berapa kursi parlemen yang didapatkan.

“Tapi ya sekarang fokusnya masih legislatif, jadi nanti setelah legislatif saya rasa para ketum parpol itu akan masing-masing rapat internal baru akan memutuskan ke mana begitu,” ujar Dradjad pada Kompas.com, Senin (26/2/2024).

Ia mengungkapkan, komunikasi ringan ke berbagai parpol sudah mulai dijajaki.

Namun, pendekatan itu belum sampai mempertemukan antar ketua umum guna membicarakan apakah mau bergabung ke pemerintahan 2024-2029.

“Bahwa memang ada obrolan layer kedua, tapi itu masih sebatas obrolan warung kopi, tapi biasanya obrolan seperti ini menjadi bahan yang memuluskan, kalau para ketum nanti memang memutuskan untuk bergabung bersama-sama,” papar dia.

Terakhir, ia menuturkan bahwa pendekatan dilakukan pada kedua kubu.

Prabowo Subianto dan Gibran Rakabuming Raka, lanjut dia, tak punya resistensi pada kubu tertentu.

“Iya diajak dua-duanya. Dua-duanya kita ngobrol-ngobrol, kan kita kenalnya lama ya, ada yang kenalnya sudah 20 tahun lebih bersama-sama lama, masih ada yang satu grup whatsap juga,” sebutnya.

“Jadi, tak terhindarkan obrolan kayak begitu. Jadi semuanya terbuka, semua partai,” imbuh dia.

https://amp.kompas.com/nasional/read/2024/02/26/15470311/tkn-dekati-layer-kedua-kubu-ganjar-mahfud-dan-anies-cak-imin-sebelum-ke

  • Hits: 217

Page 26 of 80

About SDI


Sustainable development is defined as “development that meets the current need without reducing the capability of the next generation to meet their need (UNCED, 1992)

Partner

Contact Us

Komplek Kehutanan Rasamala
Jl.Rasamala No.68A
Ciomas,Bogor Jawa Barat 16610

Telp : 0251-7104521 
Fax  : 0251-8630478
Email: sdi@sdi.or.id