SUSTAINABLE DEVELOPMENT INDONESIA

Sustainable development is defined as “development that meets the current need without reducing the capability of the next generation top meet their need (UNCED, 1992). To ensure that a development process is sustainable, we need to integrate economic development, social development and ecological conservation in a balanced and stable equilibrium. Thus sustainable development refers to continuous and balanced efforts that are neither directed towards an extremism of economic exploitation, nor toward social and or ecological extremism.

"Development never puts our planet at risk of self-destruction, our greed does"


February 20, 2018

VISI, MISI DAN PROGRAM BAKAL PASANGAN CALON PRESIDEN DAN WAKIL PRESIDEN PRABOWO - HATTA

Rakyat Indonesia saat ini masih mengidamkan tercapainya cita-cita kemerdekaan seperti termaktub dalam Pembukaan Undang-Undang Dasar Tahun 1945, yaitu Negara Indonesia yang merdeka, bersatu, berdaulat, adil dan makmur. Pencapaian reformasi dan demokrasi di berbagai bidang dan pertumbuhan perlu lebih ditingkatkan lagi kualitasnya, dengan perbaikan yang menyeluruh, merata, dan berkelanjutan bagi sebesar-besarnya kemakmuran rakyat.  Transformasi bangsa ini merupakan kelanjutan untuk menyelesaikan agenda reformasi yang belum tuntas dan percepatan pembangunan yang masih belum optimal.

Read Full Article>>>

 

 

"Statusisasi Konspirasi" Rasio dan Shortfall Pajak

Mungkin saya terkena virus Vicky. Namun masalah shortfall dan rasio pajak selama beberapa tahun terakhir, terutama tahun 2013, sama-sama sulit dimengertinya dengan bahasa Vicky. Sengaja saya pilih kata "status" dan "konspirasi" dengan harapan mewakili apa yang akan saya bahas berikut.

Katakanlah kinerja Hadi Purnomo (HP) sebagai Dirjen Pajak dijadikan benchmark, berapa kira-kira selisih penerimaan pajak 2006-2013? Tentu ada pihak yang menganggap hal ini sebagai pengandaian yang tidak relevan. Tapi jika kita obyektif, ada "benchmark" yg bisa dipakai.

Read more...

 

Pelayanan Bea Cukai Sangat Buruk

*Menambah inflasi

*Sumber ekonomi biaya tinggi

*Melemahkan daya saing

*Merusak dunia usaha

Sungguh ironis. Di satu sisi, pemerintah berjibaku menahan inflasi. BI bahkan "diharuskan" mati-matian menahan Rupiah di luar batas kemampuannya. Tujuannya agar nilai tukar tidak anjlok karena bisa mendorong imported inflation. Meski konsekwensinya, cadangan devisa anjlok di bawah ambang psikologis USD 100 milyar.

Read more...

 

Article List