August 11, 2022

Erick Masuk Bursa Capres karena Pemilih PAN Paham Kinerjanya

Rabu 27 Jul 2022 07:36 WIB

 

REPUBLIKA.CO.ID, JAKARTA — Masuknya Menteri BUMN Erick Thohir (ET) sebagai salah satu sosok yang dipertimbangkan PAN untuk menjadi calon presiden (capres), karena ET sangat dikenal dikenal konstituen PAN.

 

 

"Nama ET bukan hanya muncul dalam daftar capres/cawapres yang diwacanakan oleh pimpinan wilayah dan daerah PAN. Tapi, ET justru menjadi salah satu nama terpopuler setelah Ketum PAN bang Zul (Zulkifli Hasan,” kata Dradjad menjawab pertanyaan Republika.co.id, Rabu (27/7/2022).

 

Semua pimpinan wilayah dan daerah PAN, menurut Dradjad, mengusulkan nama Zulkifli Hasan. Untuk nama ET, lanjut dia, belum semuanya, tapi hampir semuanya.  Ada beberapa pimpinan wilayah dan daerah yang belum mengusulkan, mungkin karena masih perlu mengenal ET lebih jauh.

 

Ekonom INDEF ini menjelaskan popularitas ET di jajaran PAN ini sangat rasional dan wajar. Hal ini karena sebagian besar konstituen PAN adalah pemilih terdidik dengan literasi tinggi. Mereka bisa melihat sendiri kinerja ET sebagai Menteri BUMN.

 

Penutupan BUMN zombie, misalnya, banyak diapresiasi oleh konstituen PAN dari segmen profesional perusahaan, akademisi, peneliti, aktifis, jurnalis, dan kelompok terdidik lain.

 

"Kenapa wajar? Ya karena ET memang akrab dengan bang Zul, dan sering bersilaturahmi dengan kader PAN, baik dalam acara PAN di Jakarta maupun di daerah,” ungkap politisi senior ini.

 

Mengenai siapa yang akan diputuskan PAN, kata Dradjad, nantinya akan berproses. PAN bersilaturahmi dengan semua tokoh potensial. Dan jangan lupa, para ketum parpol Koalisi Indonesia Bersatu (KIB) adalah tokoh potensial.

 

"Jadi bang Zul, mas Airlangga (Airlangga Hartarto, Red) dan mas Harso (Soeharso Monoarfa) juga berpotensi dicalonkan,” ungkap Dradjad. Keputusan resminya nanti, lanjutnya, di tangan Rakernas, yang tentunya akan mempertimbangkan konstelasi politik nasional terbaru.

 

https://www.republika.co.id/berita/rfnloq318/erick-masuk-bursa-capres-karena-pemilih-pan-paham-kinerjanya