July 06, 2020

Program Kartu Pra-Kerja Diragukan Manfaat dan Efektifitasnya

Program Kartu Pra-Kerja Diragukan Manfaat dan Efektifitasnya

Dradjad H. Wibowo
Ekonom Senior Indef / SDI

Soal kartu prakerja, dari sisi goodwill sebenarnya sudah oke. Tapi melihat rincian programnya, sebagai ekonom Indef saya menyangsikan program-program tersebut efektif dan bermanfaat.

Pertama, terdapat mismatch yang besar antara modul pelatihan yang ditawarkan dengan latar belakang peserta. Contohnya, modul “Jago Presentasi dalam 90 menit”. Valuasinya Rp 250000, jadi sudah memakan 1/4 dari nilai Rp 1 juta manfaat program ini. Pertanyaannya, apa manfaat modul ini bagi jutaan pengemudi ojol dan tukang bangunan/konstruksi?

Banyak lagi mismatches seperti ini.

Kedua, berbagai modul ketrampilan yang ditawarkan malah bisa dipelajari gratis di youtube dan berbagai platform lain. Gratis lho! Cuma bayar kuota data saja.

Contohnya modul tentang fotografi, memasak, disain dan sebagainya. Di luar gratis, provider hanya mendapat dari iklan google atau sumber lain yang kecil. Tapi begitu memakai dana APBN, nilainya Rp 250 ribu!!

Ketiga, banyak modul dalam program ini yang mengajari orang berbisnis atau bekerja online. Ini mimpi yang ketinggian. Memangnya berapa proporsi orang yang sukses online? Saya tahu sendiri, banyak anak muda yang startups-nya tidak berkembang. Yang sukses bisa dhitung dengan jari. Padahal mereka lulusan perguruan tinggi top, bukan hanya di Indonesia tapi di dunia.

Apa mereka salah? Tidak. Faktanya memang sebagian bisnis online raksasa pun bleeding. Investornya tergolong orang-orang terkaya Indonesia. Bahkan ada yang harus menggerus keuntungan dari bisnis mereka yang lain.

Tidak etis jika saya sebutkan siapa mereka. Tapi itu cerita mereka ke saya.

Jika konglomerat maupun anak-anak muda berpendidikan tinggi saja bisa terbakar di online, bagaimana pula dengan peserta program prakerja ini?

Yang lebih memrihatinkan, bagaimana dengan akuntabilitas program ini? Mengapa provider tertentu yang memperoleh proyeknya? Bagaimana tender-nya?

Kalau pesertanya bisa 5 juta-an, ya dalam situasi sulit cari nafkah seperti ini, siapa yang tidak mau uang Rp 600 ribu?

Penerimaan pajak kan sangat seret sekarang. Sayang kalau uangnya dihamburkan untuk modul seperti di atas. Kalau mau memberi kail, sebaiknya dibuatkan program yang lebih bermanfaat dengan akuntabilitas yang bagus.

Artikel ini dimuat Pada :

https://politik.rmol.id/read/2020/04/15/430360/soal-kartu-prakerja-dradjad-wibowo-saya-sangsi-program-tersebut-efektif-dan-bermanfaat