December 13, 2018

Rupiah Perlu Terobosan Radikal

*Dradjad Wibowo*
Anggota Wanhor PAN
Ekonom Senior Indef

Di satu sisi sebagai politisi, anjloknya Rupiah bisa dijadikan bola politik untuk memyerang pemerintahan Presiden Jokowi di bidang ekonomi. Ini akan sangat besar pengaruhnya terhadap elektabilitas pak Jokowi.

Namun di sisi lain sebagai ekonom, saya sangat khawatir terhadap efek bola salju dan efek domino dari anjloknya Rupiah. Kurs Rupiah sekarang adalah yang terendah, bahkan dibandingkan saat krisis ekonomi 1998.

Efek bola saljunya, kepercayaan pasar bisa ambruk cepat seperti bola salju menggelinding. Karena, berbagai langkah jangka pendek yang diambil pemerintah, BI dan OJK terbukti gagal menjaga Rupiah. Cadangan devisa sudah anjlok hampir USD 14 milyar selama Januari-Juli 2018 saja. Per Agustus 2018 selama periode hanya 3 bulan, BI sudah 4 kali menaikan bunga reverse repurchase 7-hari. Suku bunga pinjaman makin mempersulit pelaku usaha. Berbagai klaim keberhasilan dan ketahanan ekonomi terbukti gagal meyakinkan pasar. Ini berpotensi membuat Rupiah makin terdepresiasi.

Efek dominonya, anjloknya Rupiah akan menyulitkan banyak perusahaan dan rumah tangga. Mulai dari sektor perbankan hingga ritel dan makanan. Harga barang naik, dan seterusnya yang tidak perlu saya rinci.

Padahal banyak analis, terutama asing, yang sudah sejak Q1/2018 memproyeksikan Rupiah akan turun ke selang Rp 14900-15000 dalam jangka waktu 12 bulan. Kepada klien saya, saya juga memberikan analisis yang sama. Jadi sebenarnya, Rupiah anjlok lebih cepat dan lebih besar dari proyeksi para analis. Ini lebih mengkhawatirkan.

Demi kepentingan bersama, saya menyarankan pak Jokowi mengambil langkah radikal. Selama ini tim ekonomi pak Jokowi lebih sibuk “bicara ke media” dari pada “kerja nyata” memperbaiki tiga defisit. Yaitu, defisit perdagangan, defisit transaksi berjalan dan defisit fiskal Indonesia.

Jika ada masalah, mereka sering menyalahkan kondisi global. Memang ada faktor global seperti kenaikan suku bunga the Fed, harga minyak, atau efek psikologis Turki. Tapi harusnya, kita lebih fokus memperkuat kondisi dalam negeri.

Jadi pak Jokowi, tolong rombak total tim ekonomi, ambil langkah jangka pendek yang lebih pro-bisnis, dan perbaiki defisit. Pasar sudah memvonis jelek tim ekonomi.

 

https://republika.co.id/berita/ekonomi/keuangan/18/09/05/pek5ek318-dradjad-rupiah-anjlok-lebih-cepat-dari-perkiraan-analis