February 24, 2024

Gibran Janjikan 19 Juta Lapangan Kerja Masuk Akal? Ini Kata Tim Pakar

19 juta lapangan kerja angka konservatif

 

Verified: Trio Hamdani

25 Jan 24 | 17:07

 

Jakarta, IDN Times - Anggota Dewan Pakar Tim Kampanye Nasional (TKN) Prabowo Subianto-Gibran Rakabuming Raka, Dradjad Wibowo menyatakan, target penciptaan lapangan kerja yang dijanjikan Gibran sebanyak 19 juta sangat masuk akal.

 

Bahkan, target tersebut dinilai tergolong hati-hati (prudent) berdasarkan analisis rasio penciptaan lapangan kerja terhadap pertumbuhan ekonomi. Target tersebut termasuk penciptaan 5 juta lapangan kerja dari ekonomi hijau (green jobs).

 

“Bagi mereka yang rutin membaca indikator ekonomi seperti pertumbuhan dan kesempatan kerja, target tersebut sangat masuk akal. Bahkan jika melihat data terakhir dari Badan Pusat Statistik (BPS), target tersebut justru tergolong sangat hati-hati,” kata dia dalam Diskusi Katadata Forum Pasca Debat Keempat Pilpres 2024-2029, Kamis (25/1/2024).

 

1. Lapangan kerja yang bisa tercipta mencapai 22 juta

Dalam paparannya, Dradjad mengutip laporan Badan Pusat Statistik (BPS) 2023, di mana jumlah penduduk yang bekerja per Agustus mencapai 139,85 juta orang, meningkat 4,55 juta dari tahun sebelumnya.

 

Pada kurun Agustus 2022 hingga Agustus 2023, perekonomian Indonesia berhasil menciptakan 4,55 juta lapangan kerja baru, dengan rasio penciptaan lapangan kerja sekitar 880 ribu per 1 persen pertumbuhan ekonomi. Jika pertumbuhan ekonomi dijaga pada 5 persen, proyeksi selama 5 tahun menunjukkan potensi penciptaan 22 juta lapangan kerja baru, melampaui target Gibran.

 

“Jadi, kalau pakai data terakhir itu hitungannya semestinya 22 juta, tapi kami mengambil angka konservatif 19 juta,” ujarnya.

 

Untuk mencapai 19 juta lapangan kerja baru, kata dia, Indonesia hanya perlu pertumbuhan ekonomi rata-rata 4,85 persen per tahun, meskipun pertumbuhan intrinsik Indonesia sekitar 5 persen.

 

2. Ada empat strategi cetak 19 juta lapangan kerja

Strategi yang akan diambil untuk mencapai target penciptaan lapangan kerja sebanyak 19 juta, yakni hilirisasi di berbagai bidang, pembangunan yang tidak Jawa-sentris, ekonomi kreatif, dan UMKM.

 

Dari keempat program tersebut, hilirisasilah yang menjadi andalan utama. Dalam debat 21 Januari 2024, Cawapres Gibran kembali menekankan pentingnya hilirisasi, termasuk hilirisasi digital.

 

“Nah, kami melihat hilirisasi itu adalah salah satu bentuk dari perubahan struktural, dari ekonomi yang berbasis raw material, bahan baku, menuju ekonomi yang berbasis industri pengolahan,” sebut Dradjad.

 

 

3. Tim Prabowo-Gibran sebut hilirisasi beri sejumlah manfaati

Dradjad menyatakan hilirisasi memiliki dampak signifikan bagi Indonesia. Tanpa hilirisasi, negara kehilangan peluang kerja, nilai ekonomi, devisa, dan pemasukan negara dalam jumlah yang besar. Manfaat hilirisasi telah terbukti secara nyata, bahkan pada komoditas yang bahan bakunya diimpor, di mana hilirisasi tetap relevan dan diperlukan.

 

“Manfaatnya sudah terlihat jelas, jadi akan hilang kalau kita tidak lakukan hilirisasi. Karena itu hilirisasi mau tidak mau harus kita jalankan,” sebutnya.

 

Selain itu, Dradjad menekankan pentingnya kelestarian dalam hilirisasi sumber daya alam. Untuk sumber daya alam terbarukan, kelestarian harus dijamin, sementara untuk yang tidak terbarukan, hilirisasi harus dilakukan dengan memperhatikan mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.

 

Terpenuhinya prinsip kelestarian telah terbukti mampu menciptakan pasar, sementara ketidaklestarian berdampak pada penurunan drastis kinerja industri.

 

“Jadi, itu pengalaman kita, hilirisasi di masa lalu yang kita jadikan pelajaran, dan itu yang perlu kita jadikan pegangan, pedoman untuk melanjutkan hilirisasi di masa depan,” tambahnya.

 

 

https://www.idntimes.com/business/economy/trio-hamdani/gibran-janjikan-19-juta-lapangan-kerja-masuk-akal-ini-kata-tim-pakar